Semarak Perjusa di Telogo Sewu: Mengawali Petualangan Seru di Durensewu

Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) selalu menjadi salah satu momen yang paling dinanti-nanti oleh para siswa. Pada tanggal 30 hingga 31 Oktober, semangat kepramukaan kembali membara saat anak-anak menggelar kegiatan Perjusa di Bumi Perkemahan Telogo Sewu. Terletak di kawasan Durensewu, Pasuruan, lokasi ini menawarkan nuansa alam yang asri dan sejuk, menjadikannya tempat yang sempurna untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta kekompakan regu.

Antusiasme para peserta sudah terlihat jelas sejak siang hari sebelum keberangkatan. Tepat pukul 13.00 WIB, anak-anak sudah berkumpul dengan seragam pramuka lengkap dan ransel besar di punggung yang memuat perlengkapan mereka. Setelah pengecekan barang bawaan, pengarahan singkat dari kakak-kakak pembina, dan doa bersama, rombongan akhirnya berangkat menuju lokasi perkemahan. Perjalanan menuju Durensewu diwarnai dengan canda tawa dan nyanyian riang khas pramuka, menandakan kesiapan mereka untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.

Setibanya di Bumi Perkemahan Telogo Sewu, pepohonan rindang dan udara pegunungan yang segar langsung menyambut kedatangan rombongan. Tanpa membuang waktu, anak-anak langsung bergotong-royong menurunkan barang dan diarahkan menuju area perkemahan untuk memulai tantangan pertama mereka hari itu: mendirikan tenda bersama regu masing-masing sebelum upacara pembukaan dimulai.

Setelah area perkemahan tertata rapi dan tenda-tenda berdiri tegak, seluruh peserta bersiap dengan seragam rapi untuk mengikuti upacara pembukaan di lapangan utama. Suasana yang tadinya penuh hiruk-pikuk seketika berubah menjadi khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara pada sore itu adalah Kepala Madrasah, Ibu Hasanah.

Dalam amanatnya, Ibu Hasanah menyampaikan pesan yang sangat mendalam kepada seluruh siswa MTs Ma’arif Durensewu yang menjadi peserta perkemahan. Beliau menekankan bahwa Perjusa ini bukanlah sekadar ajang rekreasi atau sekadar memindahkan tempat tidur ke alam terbuka, melainkan sebuah sarana penting untuk membentuk karakter pendidik.

“Melalui kegiatan perkemahan ini, anak-anak diharapkan mampu belajar menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh,” tegas Ibu Hasanah di hadapan barisan pramuka. Beliau mengingatkan bahwa di alam bebas, setiap peserta dituntut untuk bisa mengurus keperluannya sendiri tanpa bantuan orang tua.

Selain kemandirian, Ibu Hasanah juga sangat menyoroti pentingnya nilai kebersamaan. Beliau berpesan agar seluruh peserta senantiasa menumbuhkan dan mengamalkan rasa gotong royong dalam setiap kegiatan. Mulai dari memasak bersama, menjaga kebersihan tenda, hingga menyelesaikan berbagai rintangan dalam permainan (outbound), semuanya membutuhkan kerja sama tim yang solid dan rasa saling peduli antar anggota regu. Pesan ini menjadi suntikan semangat awal yang mengantarkan anak-anak untuk benar-benar meresapi makna menjadi seorang praja muda karana sejati.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *